Expo IWIMA 2026 Dorong Startup Mahasiswa dan UMKM Kota Pekalongan Menuju Ekonomi Kreatif Berdaya Saing

16 Juli 2026 - 12x Dilihat

Pekalongan – Institut Widya Pratama (IWIMA) Pekalongan kembali menggelar Expo IWIMA 2026 sebagai wadah pengembangan inovasi, kewirausahaan, dan kolaborasi antara dunia pendidikan dengan pelaku usaha. Mengusung semangat membangun ekosistem ekonomi kreatif, expo tahun ini menghadirkan puluhan startup mahasiswa, kelompok mata kuliah Technopreneur, serta sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Kota Pekalongan.

Kegiatan yang berlangsung di halaman parkir belakang Kampus IWIMA ini menjadi lebih semarak karena untuk pertama kalinya diselenggarakan bersamaan dengan Job Fair IWIMA 2026, sehingga mampu menarik ribuan pengunjung yang terdiri atas mahasiswa, alumni, masyarakat umum, pelaku usaha, hingga pencari kerja.

Sebanyak 40 kelompok mahasiswa dari berbagai program studi menampilkan hasil inovasi yang dikembangkan melalui mata kuliah Technopreneur. Berbagai produk digital, aplikasi berbasis teknologi, industri kreatif, hingga produk kuliner inovatif dipamerkan sebagai implementasi pembelajaran kewirausahaan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat dan dunia industri.

Pada kategori startup digital, pengunjung dapat melihat berbagai karya mahasiswa seperti Kastiqo App, Xeno, LanSehat App, dan Koplo Design yang menawarkan solusi di bidang teknologi informasi, layanan digital, serta industri kreatif. Sementara itu, sektor food and beverage (F&B) menampilkan berbagai produk unggulan seperti Scobite, Jaliyta, Sellora Risol, Boyce Mie Ayam, dan berbagai inovasi kuliner lainnya yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi usaha berkelanjutan.

Tidak hanya menjadi ajang pameran karya mahasiswa, Expo IWIMA 2026 juga memberikan ruang promosi bagi sejumlah UMKM Kota Pekalongan untuk memperkenalkan produk unggulan mereka kepada masyarakat. Kehadiran UMKM dalam expo menjadi bentuk sinergi antara perguruan tinggi dan pelaku usaha lokal dalam memperkuat ekosistem bisnis daerah sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan mahasiswa sebagai calon entrepreneur muda.

Ketua Panitia Expo IWIMA 2026, Rifqi Maulana, M.Kom, mengatakan bahwa expo tahun ini dirancang sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan dunia pendidikan, dunia usaha, dan masyarakat.

"Expo IWIMA tidak hanya menjadi ajang menampilkan karya mahasiswa, tetapi juga menjadi wadah mempertemukan startup mahasiswa dengan pelaku UMKM, dunia industri, serta masyarakat. Kami ingin mahasiswa memperoleh pengalaman nyata dalam mempresentasikan produk, membangun jejaring bisnis, hingga memahami kebutuhan pasar," ujarnya.

Menurut Rifqi, pendekatan pembelajaran melalui mata kuliah Technopreneur mendorong mahasiswa untuk tidak hanya mampu menghasilkan produk inovatif, tetapi juga memahami proses membangun model bisnis, strategi pemasaran, hingga pengembangan usaha berbasis teknologi.

Rektor Institut Widya Pratama Pekalongan, Dr. Paminto Agung Christianto, menegaskan bahwa Expo IWIMA merupakan bagian dari komitmen kampus dalam mencetak lulusan yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan melalui inovasi dan kewirausahaan.

"Melalui Expo IWIMA, kami ingin membangun budaya inovasi dan technopreneurship di lingkungan kampus. Mahasiswa tidak hanya didorong menjadi pencari kerja, tetapi juga menjadi pencipta lapangan kerja. Kehadiran UMKM Kota Pekalongan dalam kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan pelaku usaha dalam mengembangkan ekonomi kreatif daerah," kata Paminto.

Ia menambahkan bahwa sinergi antara startup mahasiswa dan UMKM diharapkan mampu menghasilkan berbagai bentuk kerja sama, mulai dari pengembangan produk, digitalisasi pemasaran, hingga pemanfaatan teknologi informasi untuk meningkatkan daya saing usaha lokal.

Expo IWIMA 2026 juga menjadi sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa mengenai dinamika dunia usaha. Melalui interaksi dengan pelaku UMKM dan dunia industri, mahasiswa memperoleh pengalaman mengenai proses pengembangan bisnis, inovasi produk, serta strategi menghadapi tantangan pasar yang semakin kompetitif.

Antusiasme masyarakat terlihat dari ramainya pengunjung yang memadati setiap stan pameran. Berbagai produk inovatif karya mahasiswa maupun UMKM mendapatkan perhatian karena menawarkan solusi kreatif sekaligus memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Banyak pengunjung memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdiskusi dengan para pengembang produk, mencoba aplikasi digital, hingga mencicipi berbagai produk kuliner hasil inovasi mahasiswa.

Melalui penyelenggaraan Expo IWIMA 2026, Institut Widya Pratama Pekalongan kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga menjadi motor penggerak inovasi, pengembangan startup, dan pemberdayaan UMKM. Sinergi antara akademisi, mahasiswa, pelaku usaha, dan masyarakat diharapkan mampu melahirkan wirausahawan muda yang inovatif, memperkuat daya saing UMKM, serta memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif di Kota Pekalongan.